WEB 3.0, GENERASI PENERUS WEB 2,0

21 Maret 2009
WEB 3.0,
GENERASI PENERUS WEB 2,0



Zaman sekarang siapa yang tidak kenal dengan internet. Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang modern saat ini, seakan internet menjadi kebutuhan primer saat ini. Kemudahan mendapatkan akses interner mempermudah kehidupan masyarakat modern, sudah barang tentu dengan adanya internet masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Internet menyediakan berbagai macam kebutuhan informasi. Adanya internet seolah-olah menghilangkan batasan ruang dan waktu, komunikasi dengan berbagai macam orang di belahan dunia lain bias dijembatani dengan internet. Memang internet identik dengan web, bagaimana bisa menikmati internet tanpa teknologi yang satu ini. Oleh karena itu web merupakan representasi yang setiap hari bahkan setiap saat dinikmati.
Sejalan dengan perkembangan internet yang begitu pesatnya, inovasi teknologi dalam dunia web kian hari makin berarti. Pada kurun waktu 2004 muncul teknologi Web 2.0, meskipun sudah lama kemunculannya sampai sekarang pun masih banyak orang yang tidak mengerti apa sesungguhnya yang dimaksud Web 2.0 ini. Sebenarnya fungsi apa yang terkandung di dalamnya begitu juga kegunaannya apa. Disamping sebagian ada yang sudah paham juga bahwa Web 2.0 ini merupakan penyatuan teknologi yang dimiliki dalam membangun web, yang merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML dan Ajax.
Sebenarnya dengan adanya Web 2.0 lebih menekankan pada perubahan paradigma dalam menyajikan konten dan tampilan suatu website. Teknologi Web 2.0 juga telah menginspirasi provider jejaring sosial (social networking) seperti Friendster (www.friendster.com) , facebook (www.facebook.com) untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam meningkatkan layanan virtual mereka. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Web 2.0 merupakan teknologi yang digunakan untuk memfasilitasi kreativitas dalam sebuah komunitas berbasis web. Bentuknya bisa sharing informasi, kolaborasi atau diskusi antar pengguna. Salah satu karakteristik dari Web 2.0 adalah user-generated content, artinya user (pengguna) ikut serta dalam mengisi konten.
Beberapa karakteristik Web 2.0 yang lain adalah :
  • The Web as Platform, dimana aplikasi Web 2.0 menggunakan web sebagai platformnya. Dengan Web 2.0 bisa mengerjakan apa saja, dapat mengetik dokumen, perhitungan keuangan, melakukan presentasi melalui aplikasi-aplikasi yang sudah disediakan melalui internet.
  • Harnessing Collective Intelligence, memfasilitasi pengguna untuk berkolaborasi dalam berbagai macam pengetahuan seperti Wikipedia.
  • Data is The Next Intel Inside, data bisa menjadi trademark sebuah aplikasi, hal ini karena seringnya pengguna menggunakan aplikasi tersebut dan penyedia website memberikan garansi kepercayaan kepada pengunjungnya. Seperti Portal Peta dengan slogan ‘Powered by Google’, artinya memakai dukungan Google Maps pada peta dunia berbasis web.
  • End of the Software Release Cycle, hal ini akan berdampak positif bagi pengguna, karena setiap pengguna tidak harus menupdate software yang dimilikinya yang dilakukan hanyalah cukup jalankan internet kemudian pengguna langsung menjalankan aplikasi yang digunakan, hal ini karena software tidak lagi dijual dalam bentuk produk namun berupa layanan (service).
  • Rich User Experiences, munculnya inovasi desain antar-muka (interface) di sisi pengguna. Sinkronisasi AJAX dengan menggabungkan HTML, CSS, JavaScript XML pada Yahoo!mail, Skype dan Gmail membuat pengguna merasa ada nilai lebih ketika mereka menggunakan layanan tersebut dari sekedar hanya menggunakan layanan email biasa.

Sementic Website
Jika versi-versi sebelumnya, pada versi Web 1.0 ketika membuka internet browser dan mulai mencari informasi dan yang didapatkan adalah teknologi bagaikan ‘buku raksasa’, yang dilakukan adalah harus mencari halaman demi halaman untuk menemukan informasu tersebut. Pada generasi Web 1.0 ini cirri-ciri umum yang masih mencolok di antaranya consult, surf dan search. Intinya hanyalah sekedar untuk mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu.
Di era Web 2.0, teknologi web mulai disempurnakan. Kolaborasi pengguna dan internet mulai dimasukkan, artinya internet tidak melulu dominasi provider penyedia website saja. Namun pengguna pun bisa berinteraksi dengan pengguna lainnya, teknologi lainnya juga muncul pada era Web 2.0 ini sehingga web bisa menjadi lebih powerful dan interaktif. Dimana share, collaborate, exploit menjadi unsur paling dominan. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, friendster, Youtube dan Flickr. Sehingga kehidupan di dunia maya benar-benar terasa.
Kalau ada istilah 3G di dunia seluler, maka di internet mengenal Web 3.0. barangkali terdengar asing di telinga sebagian pengguna internet bila mendengar istilah semantic web. Bisa jadi Web 3.0 ini akan menjadi generasi selanjutnya dari teknologi Web 2.0 yang ada sekarang ini. Pada era Web 3.0 ini website dilengkapi dengan fitur komputer yang berpikir.kenyataannya saat ini interaksi ada pada pengguna dan komputer, namun dengan adanya semantic web ini diharapkan computer bisa menggantikan peran manusia untuk melakukan aktifitas ‘berpikir, analisa dan memutuskan’ informasi yang dibutuhkan.
Barangkali untuk sekaranag pengembangan Web 3.0 masih dalam proses, di kemudian hari diharapkan pengembangan generasi Web 3.0 bisa direalisasikan. Model yang mendekati model Web 3.0 barangkali di secondlife (www.secondlife.com). Di web 3.0 seolah-olah berada di kehidupan alam nyata, aktualisasi Web 3.0 bisa menjadi asisten pribadi dari para pengguna. Dengan kata lain web mulai mengerti kebutuhan yang memang layak didapatkan, bisa saja memberikan nasehat dan menyediakan apa-apa yang dibutuhkan. Harapan yang diberikan kepada Web 3.0 selayaknya aktifitas di dunia nyata bisa dilakukan di dunia maya. Bisa jadi Web 3.0 adalah dunia virtual yang dinantikan.


Sumber : www.kr.co.id

Browser Google chrome Selamat Tinggal Versi Beta!

Tidak seperti aplikasi Google lainnya yang harus berlama-la­ma berstatus Beta, browser Goo­gle Chrome terhitung singkat menjalani tahapan Beta sejak di­rilis pertama kali pada bulan September 2008. Di saat browser lainnya sedang diujicoba (Opera 10.0 Alpha 1, Firefox 3.1 Beta 2, dan IE 8 Beta Partner Build), Goo­gle memilih untuk merilis versi Final Chrome (1.0. 154.36) se­telah menganggapnya telah me­menuhi berbagai persyaratan sebagai browser standar.
Menurut Google, Chrome cu­kup diminati pengguna, seperti terlihat dari jumlah instalasinya yang mencapai 10 juta dalam waktu 100 hari. Meskipun versi Finalnya tidak mena­warkan fasilitas baru, berbagai bug yang ter­dapat pada Chrome versi Beta telah dising­kirkan. Di samping itu, kestabilan dan perfor­manya juga semakin ditingkatkan.


Info: www.google.com

Firefox 3.05

Firefox 3.05
Patch untuk Menangani Lubang Firefox



Mozilla kembali meng-update browser andalannya, Firefox. Firefox versi 3.05 dan 2.0.0.19 resmi dirilis pada pertengahan desember 2008. Pada versi up­date ini, Mozilla memperbaiki beberapa bug dan celah ke­amanan yang berpotensi mengundang bahaya bagi penggu­nanya. Di versi 3.05, Firefox juga menambah dukungannya terha­dap beberapa bahasa serta memperbaiki fungsi browser dalam menangani JavaScript dan Memory Corruption yang sering menimbulkan crash pada browser. Versi update ini juga lebih stabil digunakan dibandingkan versi sebelumnya.


Info: www.mozilla.org

FashionYourFirefox

FashionYourFirefox
Gerai Add-ons



Browser Mozila Firefox terkenal memiliki add-ons yang jumlahnya saat ini mencapai ribuan. Saking banyaknya add-ons ini, banyak pengguna yang bingung, add-ons mana yang cocok dan memang mereka butuhkan. Un­tuk masalah ini, Mozilla mem­berikan solusi dengan membuat sebuah website yang bertajuk Fashion Your Firefox. Website ini "menyaring" dari sekitar lebih dari 5000 add-ons yang tersedia dari berbagai sumber. Di sini pengguna Firefox dapat dengan mudah mencari add-ons yang mereka butuhkan berkat adanya pengkategorian jenis add-ons. Misalnya, untuk mencari add-ons RSS reader, pengguna dapat ma­suk ke kategori News Junkie. Un­tuk menggunakan website ini, pengguna harus menggunakan Firefox versi 3.


Info: addons.mozilla.org/fashionyourfirefox

Beli Lagu di Website Lokal

Toko Online
Beli Lagu di Website Lokal



Kongkoow, website jejaring sosial buatan dalam negeri, melun­curkan toko penjualan musik on­line bernama K-music (Kongkoow Music). Lebih dari 2000 lagu dari berbagai genre musik seperti pop, jazz, rock, religi, hingga dangdut telah siap untuk di-down­load. Penjualan lagu secara legal ini didukung oleh sebelas peru­sahaan rekaman ternama di In­donesia. K-music memungkinkan pengunjung untuk men-down­load lagu yang disukai secara full track dan legal seharga Rp. 6.000 untuk satu lagu.


Info: music.kongkoow.com

USB 3.0 Tawarkan Kecepatan Baru

STANDAR BARU
USB 3.0 Tawarkan Kecepatan Baru


USB Implementers Forum telah merilis versi final USB 3.0, yang disebut juga SuperSpeed USB. Inilah inovasi terbesar dengan kecepatan yang meningkat 10 kali lipat dari 480 Mbps pada USB 2.0 menjadi 5 Gbps pada USB 3.0. Untuk memperoleh transfer rate ini, kabel barunya dilengkapi dengan dua pasang kabel tam­bahan yang terpisah dan shield­ed. Standar baru ini dapat men­girim dan menerima data pada kecepatan yang sama, tidak sep­erti pada standar sebelumnya. Koneksi dilakukan dengan lima titik kontak baru yang diintegra­sikan ke dalam konektor tipe A yang lama. Lantaran tempat ti­dak tersedia, untuk konektor mi­kro, mini, dan tipe B akan dise­diakan sebuah adaptor. Perang­kat USB dan kabel baru ini dapat dikenali dari konektor yang ber­warna biru. Masih belum jelas kapan chipset pertama dari Intel, AMD, atau NVIDIA menawarkan spesifikasi USB 3.0. Aksesori per­tama diharapkan bakal tersedia pada tahun 2010. Semua perangkat dan kabel yang lama tetap dapat bekerja maksimal dengan kecepatan USB 2.0. Mi­crosoft bakal mengintegrasikan support USB 3.0 untuk Windows 7 dan melalui sebuah patch un­tuk Vista.

Info: www.usb.org