GENERASI PENERUS WEB 2,0
Zaman sekarang siapa yang tidak kenal dengan internet. Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang modern saat ini, seakan internet menjadi kebutuhan primer saat ini. Kemudahan mendapatkan akses interner mempermudah kehidupan masyarakat modern, sudah barang tentu dengan adanya internet masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Internet menyediakan berbagai macam kebutuhan informasi. Adanya internet seolah-olah menghilangkan batasan ruang dan waktu, komunikasi dengan berbagai macam orang di belahan dunia lain bias dijembatani dengan internet. Memang internet identik dengan web, bagaimana bisa menikmati internet tanpa teknologi yang satu ini. Oleh karena itu web merupakan representasi yang setiap hari bahkan setiap saat dinikmati.
Sejalan dengan perkembangan internet yang begitu pesatnya, inovasi teknologi dalam dunia web kian hari makin berarti. Pada kurun waktu 2004 muncul teknologi Web 2.0, meskipun sudah lama kemunculannya sampai sekarang pun masih banyak orang yang tidak mengerti apa sesungguhnya yang dimaksud Web 2.0 ini. Sebenarnya fungsi apa yang terkandung di dalamnya begitu juga kegunaannya apa. Disamping sebagian ada yang sudah paham juga bahwa Web 2.0 ini merupakan penyatuan teknologi yang dimiliki dalam membangun web, yang merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML dan Ajax.
Sebenarnya dengan adanya Web 2.0 lebih menekankan pada perubahan paradigma dalam menyajikan konten dan tampilan suatu website. Teknologi Web 2.0 juga telah menginspirasi provider jejaring sosial (social networking) seperti Friendster (www.friendster.com) , facebook (www.facebook.com) untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam meningkatkan layanan virtual mereka. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Web 2.0 merupakan teknologi yang digunakan untuk memfasilitasi kreativitas dalam sebuah komunitas berbasis web. Bentuknya bisa sharing informasi, kolaborasi atau diskusi antar pengguna. Salah satu karakteristik dari Web 2.0 adalah user-generated content, artinya user (pengguna) ikut serta dalam mengisi konten.
Beberapa karakteristik Web 2.0 yang lain adalah :
Sejalan dengan perkembangan internet yang begitu pesatnya, inovasi teknologi dalam dunia web kian hari makin berarti. Pada kurun waktu 2004 muncul teknologi Web 2.0, meskipun sudah lama kemunculannya sampai sekarang pun masih banyak orang yang tidak mengerti apa sesungguhnya yang dimaksud Web 2.0 ini. Sebenarnya fungsi apa yang terkandung di dalamnya begitu juga kegunaannya apa. Disamping sebagian ada yang sudah paham juga bahwa Web 2.0 ini merupakan penyatuan teknologi yang dimiliki dalam membangun web, yang merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML dan Ajax.
Sebenarnya dengan adanya Web 2.0 lebih menekankan pada perubahan paradigma dalam menyajikan konten dan tampilan suatu website. Teknologi Web 2.0 juga telah menginspirasi provider jejaring sosial (social networking) seperti Friendster (www.friendster.com) , facebook (www.facebook.com) untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam meningkatkan layanan virtual mereka. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Web 2.0 merupakan teknologi yang digunakan untuk memfasilitasi kreativitas dalam sebuah komunitas berbasis web. Bentuknya bisa sharing informasi, kolaborasi atau diskusi antar pengguna. Salah satu karakteristik dari Web 2.0 adalah user-generated content, artinya user (pengguna) ikut serta dalam mengisi konten.
Beberapa karakteristik Web 2.0 yang lain adalah :
- The Web as Platform, dimana aplikasi Web 2.0 menggunakan web sebagai platformnya. Dengan Web 2.0 bisa mengerjakan apa saja, dapat mengetik dokumen, perhitungan keuangan, melakukan presentasi melalui aplikasi-aplikasi yang sudah disediakan melalui internet.
- Harnessing Collective Intelligence, memfasilitasi pengguna untuk berkolaborasi dalam berbagai macam pengetahuan seperti Wikipedia.
- Data is The Next Intel Inside, data bisa menjadi trademark sebuah aplikasi, hal ini karena seringnya pengguna menggunakan aplikasi tersebut dan penyedia website memberikan garansi kepercayaan kepada pengunjungnya. Seperti Portal Peta dengan slogan ‘Powered by Google’, artinya memakai dukungan Google Maps pada peta dunia berbasis web.
- End of the Software Release Cycle, hal ini akan berdampak positif bagi pengguna, karena setiap pengguna tidak harus menupdate software yang dimilikinya yang dilakukan hanyalah cukup jalankan internet kemudian pengguna langsung menjalankan aplikasi yang digunakan, hal ini karena software tidak lagi dijual dalam bentuk produk namun berupa layanan (service).
- Rich User Experiences, munculnya inovasi desain antar-muka (interface) di sisi pengguna. Sinkronisasi AJAX dengan menggabungkan HTML, CSS, JavaScript XML pada Yahoo!mail, Skype dan Gmail membuat pengguna merasa ada nilai lebih ketika mereka menggunakan layanan tersebut dari sekedar hanya menggunakan layanan email biasa.
Sementic Website
Jika versi-versi sebelumnya, pada versi Web 1.0 ketika membuka internet browser dan mulai mencari informasi dan yang didapatkan adalah teknologi bagaikan ‘buku raksasa’, yang dilakukan adalah harus mencari halaman demi halaman untuk menemukan informasu tersebut. Pada generasi Web 1.0 ini cirri-ciri umum yang masih mencolok di antaranya consult, surf dan search. Intinya hanyalah sekedar untuk mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu.
Di era Web 2.0, teknologi web mulai disempurnakan. Kolaborasi pengguna dan internet mulai dimasukkan, artinya internet tidak melulu dominasi provider penyedia website saja. Namun pengguna pun bisa berinteraksi dengan pengguna lainnya, teknologi lainnya juga muncul pada era Web 2.0 ini sehingga web bisa menjadi lebih powerful dan interaktif. Dimana share, collaborate, exploit menjadi unsur paling dominan. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, friendster, Youtube dan Flickr. Sehingga kehidupan di dunia maya benar-benar terasa.
Kalau ada istilah 3G di dunia seluler, maka di internet mengenal Web 3.0. barangkali terdengar asing di telinga sebagian pengguna internet bila mendengar istilah semantic web. Bisa jadi Web 3.0 ini akan menjadi generasi selanjutnya dari teknologi Web 2.0 yang ada sekarang ini. Pada era Web 3.0 ini website dilengkapi dengan fitur komputer yang berpikir.kenyataannya saat ini interaksi ada pada pengguna dan komputer, namun dengan adanya semantic web ini diharapkan computer bisa menggantikan peran manusia untuk melakukan aktifitas ‘berpikir, analisa dan memutuskan’ informasi yang dibutuhkan.
Barangkali untuk sekaranag pengembangan Web 3.0 masih dalam proses, di kemudian hari diharapkan pengembangan generasi Web 3.0 bisa direalisasikan. Model yang mendekati model Web 3.0 barangkali di secondlife (www.secondlife.com). Di web 3.0 seolah-olah berada di kehidupan alam nyata, aktualisasi Web 3.0 bisa menjadi asisten pribadi dari para pengguna. Dengan kata lain web mulai mengerti kebutuhan yang memang layak didapatkan, bisa saja memberikan nasehat dan menyediakan apa-apa yang dibutuhkan. Harapan yang diberikan kepada Web 3.0 selayaknya aktifitas di dunia nyata bisa dilakukan di dunia maya. Bisa jadi Web 3.0 adalah dunia virtual yang dinantikan.
Sumber : www.kr.co.id