PARTISI
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan. Sebuah komputer yang diinstal lebih dari satu sistem operasi biasanya mempunyai beberapa partisi.
Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat lebih aman, penggunaan ruang harddisk yang efisien, memudahkan back up data dan pencarian file.
Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :
o Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.
o Partisi Extended
Partisi Extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakannya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.
o Partisi Logical
Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat pada partisi extended. Partisi logical dapat menampung berbagai macam file data.
Software-software mempartisi harddiks
o FDISK
Aplikasi ini sudah ada tersedia di dalam system booting Microsoft Windows, tetapi sesuai dengan masing-masing system operasi bootingnya. Keuntungan memakai FDISK yaitu tersedia Cuma-Cuma dalam cd master window atau dibuat di disket system booting SO bersangkutan. Kekurangannya adalah kita hanya dapat membuat jenis partisi sesuai dengan SO bersangkutan. Bila kita membuat 2 partisi dalam 1 harddisk maka hasilnya 1 partisi primary dan 1 partisi logical.
o POWERQUEST PARTITION MAGIC
Keuntungan memakai Powerquest Partition Magic yaitu kita dapat membuat berbagai jenis partisi, dapat membuat 2 buah(lebih) partisi primary, dapat membuat lebih daru 2 partisi dalam 1 harddisk.
Kekurangannya yaitu kurang baik dipakai untuk yang masih awam(pemula/newbie), karena dijalankan dari windows maka dapat terjadi kerusakan partisi yang tidak kita inginkan.
FILESYSTEM
Berikut adalah filesystem yang banyak digunakan dan tentu sudah kita kenal yaitu Fat32, NTFS, Ext2, Ext3.
Definisi FAT(File Allocation table)
Apabila kita menyimpan suatu file, komputer akan menggunakan suatu sistem file untuk menyimpan file/folder tersebut ke dalam harddisk. Pada versi awal MS-DOS dan Win 3.11 Windows menggunakan sistem file Fat16. semenjak ada Win95 dan Win98 kita dapat menggunakan Fat32 apabila ukuran harddisk lebih dari 2Gb s/d 2Tb. Fat16 hanya boleh digunakan apabila ukuran harddiks kurang dari 2Gb dan dapat diaplikasikan pada versi DOS, Windows 3.11, Win95.
Kekurangan Fat16:
ü Kurangnya ruang penyimpanan. Tidak adanya tambahan program atau file terutama bagi yang menggunakan sistem dengan Win95 dan mempunyai harddisk melebihi 512Mb.
ü Tidak efektif. Ukuran cluster yang besar menyebabkan terjadinya pemborosan.
ü Tidak efisien dalam susunan file dan meminta user sering melakukan defrag agar mendapatkan cluster sebelumnya yang tidak terpakai sepenuhnya.
ü Ukuran maksimum disk yang dapat disokong Fat16 dalam satu harddisk adalah 2Gb
Cara penyimpanan data : bila suatu file disimpan atau suatu program diinstal, komputer akan menyimpan semua data mengenai aktivitas tersebut di satu kawasan kecil dalam harddisk yang dinamakan cluster. Semakin kecil ukuran cluster, semakin baik data itu disimpan dan diurus. Ukuran partisi ditentukan oleh partisi dan partisi ditentukan oleh sistem file yang ditetapkan semasa harddisk diformat.
Sector : semua disk dibagi dalam sector-sector, dan setiap sector berukuran 512 bytes. Ukuran ini merupakan ukuran standar unit disk terkecil. Sector dibentuk ketika disk diatur dalam track-track yang konsentris. Setiap track dibagi menjadi sector-sector. Masing-masing sector dapat menampung 512 bytes data.
Cluster : cluster adalah sekumpulan sector yang saling berhubungan. Ukuran cluster pada Fat16 adalah 2, 4, 8, 32 atau 64 sector. Ukuran partisi maksimum Fat16 hanya 2Gb.
Sedangkan, Fat32 dapat diaplikasikan pada Win95, WinMe,Win98, Win2000 dan WinXp
Keunggulan :
ü Menggunakan 32 bits untuk merepresentasikan cluster.
ü Fat32 menyediakan ukuran drive yang besar, sampai 2 Tb.
ü Win2000 hanya menyediakan ukuran partisi Fat32 sampai dengan 32Gb.
ü Menggunakan tempat lebih efisien.
ü Fat32 menggunakan ukuran cluster yang lebih kecil (4Kb cluster untuk ukuran drive 8Gb), lebih efisien 10 s/d 15 persen dibandingkan Fat atau Fat16. ukuran minimum untuk partisi Fat32 sekitar 260Mb.
ü Fat32 dapat menampung folder utama dan dapat digunakan backup copy dari tabel alokasi file daripada default copy. Oleh karena itu fat32 lebih tidak rentan dari kegagalan dibandingkan Fat16.
ü Fat32 lebih fleksibel.
ü Dapat mencari direktori asas (root directory) dan menggunakannya sebagai salinan backup Fat dan ini akan mengelakan komputer dari tabrakan antar program.
Keterbatasan Fat32:
ü Untuk program-program legacy yang tidak akan diinstal pada Fat32.
ü Walaupun file system Fat32 mendukung ukuran harddisk sampai 2Tb, beberapa harddisk kemungkinan tidak dapat mengisi partisi yang dapat dinyalakan lebih besar dari 7,8Gb karena keterbatasan dari sistem I/O dasar (BIOS) INT13 interface.
Definisi NTFS(New Technology File System):
Beberapa tujuan spesifik dari NTFS adalah :
ü Reliability
Satu hal yang penting dari sebuah file system yang serius adalah bahwa file system tersebut harus dapat pulih kembali dari masalah tanpa kehilangan data hasil. Disini NTFS mencegah hilangnya data dan memperkecil toleransi dari kesalahan processing.
ü Security dan Acces Control
Kelemahan dari Fat adalah ketidakmampuan mengontrol akses file atau folder dari harddisk, sehingga memungkinkan pihak luar untuk mengubah data pada suatu sistem jaringan.
ü Breaking Size
Karena pada sistem Fat(Fat16) tidak dapat mempartisi lebih dari 4Gb, sedangkan NTFS didesain untuk partisi yang jauh lebih besar.
ü Storage Efficiency
NTFS lagi-lagi memperbaiki kelemahan pada Fat16 karena pada sistem ini memungkinkan terjadinya ketidakefisienan pada penyimpanan pada kapasitas harddisk. Untuk NTFS menggunakan metode lain dalam alokasi kapasitas harddisk tersebut.
ü Long File Names
NTFS memungkinkan nama sebuah file hingga 255 karakter, dibandingkan dengan Fat adalah 8+3 karakter.
ü Networking
Saat ini networking berkembang pesat dengan NTFS memungkinkan netwoking dalam skala besar.
ü Storage Fault Tolerance
Data redundant storage methods dapat diterapkan pada NTFS. Hal ini berguna dalam menjamin dan melindungi jika suatu data/berkas mengalami kerusakan dengan mengkopi ulang data yang sama dari disk mirror.
ü Multiple Data Stream.
NTFS dapat terdiri dari lebih 1 stream. Stream tambahan ini dapat berisi berbagai data, walau data itu hanya mendeskripsikan berkas atau metadata.
ü Unicode Names
Merupakan paket karakter standar yang digunakan pada NTFS dan menggantikan karakter older-single byte ASCII. Setiap karakter pada kebanyakan bahasa yang natural adalah direpresentasikan dengan double-byte number dalam paket karakter unicode.
ü Improved File Attribut Indexing
Dalam NTFS juga terdapat kemampuan untuk memberi indeks 30 pada atribut berkas, fungsinya ialah sebagai pengalokasian dan sorting.
ü Data Compression
Dalam kompresi data metode yang digunakan adalah Lempel-Ziv Compression. Dengan algoritma ini dipastikan tidak ada data yang hilang pada proses kompresi.
ü Encryption
NTFS juga menyediakan Encrypted File System atau EFS untuk perlindungan cryptografic pada berkas atau direktori.
ü Reparse Points
Dalam NTFS sebuah berkas atau direktori dapat berisi reparse point, dimana terdapat sekumpulan dari user-defined data.
Definisi Ext2(Second Extended File System):
Kemampuan dasar dari Ext2:
ü File system Ext2 mampu menyokong beberapa tipe file yang standar dari Unix, seperti regular file, directories, device special files dan symbolic links.
ü Ext2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
ü File System Ext2 mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang maksimumnya 255 karakter.
ü Ext2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).
Definisi Ext3(Third Extended File System) :
Ext3 merupakan suatu journalled filesystem. Journalled filesystem didesain untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya journaled filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan kekonsistensian data yang akan memakan waktu sangat lama bagi harddis yang berkasitas besar. Ext3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi Linux. Ext3 merupakan hasil perbaikan dari Ext2 ke dalam bentuk Ext2 yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam keunggulan.
Keunggulannya :
ü Availability
Ext3 tidak mendukung proses pengecekan file system bahkan ketika system yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang sangat jarang.
- Hal seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk dalam suatu cara sehingga file systemnya selalu konsisten.
- Waktu yang diperlukan untuk merecover ext3 file system setelah system yang belum dibersihkan dimatikan tidak tergantung dari ukuran file system atau jumlah file; tetapi tergantung kepada ukuran “jurnal” yang digunakan utnuk memelihara konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal(default) membutuhkan sekitar 1 sekon untuk recover (tergantung dari kecepatan hardware.)
ü Integritas Data
- Dengan menggunakan file system ext3 kita bisa mendapatkan jaminan yang lebih kuat mengenai integritas data dalam kasus dimana sistem yang belum dibersihkan dimatikan (shutdown).
- Kita bisa memilih tipe dari level proteksi yang diterima data. Kita bisa memilih untuk menjaga agara file system tetap konsisten, tetapi tetap mengijinkan kerusakan terhadap data dalam file system dalam kasus dimatikan (shutdown) system yang belum dibersihkan, ini bisa memberikan peningkatan kecepatan pada beberapa keadaan.
- Secara alternatif kita bisa memilih untuk lebih memastikan bahwa data konsisten dengan bagian dari file system, ini berarti kita tidak akan pernah melihat “garbage data” pada file-file yang baru ditulis ulang setelah terjadi crash.
- Pilihan yang aman yakni menjaga kekonsistenan data sebagai bagian dari file system adalah pilihan default.
Perbandingan Ext2 dengan Ext3:
ü Secara umum prinsip-prinsif dalam Ext2 sama dengan Ext3. metode pengaksesan file, keamanan data dan penggunaan disk space antara kedua file system ini hampir sama.
ü Perbedaan mendasar antara kedua file system ini adalah konsep journaling file system yang digunakan pada Ext3.
ü Konsep journalin ini menyebabkan Ext2 dan Ext3 memiliki perbedaan dalam hal daya tahan dan pemulihan data dari kerusakan.